Home

UMAT HINDU JEPARA

Om Swastyastu.

Om Anobadrah Kratawoyantu Wiswatah

Umum

Jepara Dalam Kontek Kehinduan Tahun 1965 (Kebangkitan Kembali)

 

Berbicara tentang agama Hindu di Jepara perjalanan spiritual pandangan kita pasti terarah ke sebuah Desa di sebelah Timur + 17 KM dari Pusat Kota Jepara. Desa tersebut bernama Desa Plajan Dulu masuk dalam wilayah kecamatan Mlonggo, seiring dengan perkembangan dan tuntutan politis  telah dilakukan pemekaran wilayah. Terhitung mulai Th. 2010 desa tsb. Masuk dalam wilayah kecamatan Pakis Aji. Di Desa tersebut berdomisili masyarakat Hindu Penduduk asli Jepara.Perjalanan dan perkembangan Hindu di awali pada masa transisi Politik Di Indonesia pada Tahun 1965.Pasca pembrontakan G30S/PKI Dimana pada setiap Warga masyarakat di wajibkan untuk menganut salah satu agama yang ada di Indonesia. Momen tersebut dilihat oleh beberapa tokoh Muda Hindu untuk menjembatani berkembangnya Hindu di Wilayah Plajan khusunya . Sehingga banyak masyarakaat yg eksodus agama ke agama Hindu yang mencapai 80 % Penduduk desa Plajan masuk Hindu waktu itu.Eksistensi Hindu berdasarkan Data kuantitatif sampai saat ini masih sekitar 30% dari yang semula 80%, namun secara Kualitatif masih tetap 80 %. hal yang merubah Kondisi 80 % data statistik Umat tersebut sulit bertahan sehingga tiap tahun mengalami penyusutan jumlah Umat. Hal itu terjadi antara Tahun 1975 – 1985. Hal ini didorong oleh beberapa faktor :

  1. Pembinaan kurang Maksimal .
  2. SDM Hindu masih relatif kurang
  3. Diskriminasi Pelayanan Perkawinan
  4. Perkawinan Lintas Agama
  5. Tidak adanya Guru Agama Hindu di Sekolah Formal
  6. Tidak Adanya rohaniawan Hindu
  7. Perpecahan di Level Tokoh
  8. Unsur Politik.

Dalam naungan lembaga yang berbasis Agama Hindu yang ada di kabupaten Jepara, seperti : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI),Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma Indonesia (PERADAH), WANITA HINDU DHARMA INDONESIA (WHDI),PASRAMAN/SEKOLAH pelan tapi pasti situasi dan kondisi tersebut di atas  dapat teratasi. Pembinaan berjalan secara Kontinu sesuai dengan jenjang level usia  Umat Hindu. hal ini dengan harapan kaderisasi dapat berjalan dengan baik yang endingnya tongkat estafet hindu dapat berjalan dengan baik. Disisi lain dengan adanya kesadaran Umat untuk menyekolahkan putra putrinya di Pendidikan Agama Hindu baik itu di Klaten Maupun di Bali. Yang akhirnya 8 faktor di atas tidak akan terulang kembali sehingga mampu  memberikan harapan besar eksistensi Hindu di Bumi Kartini.

  1. Data dan Fakta Hindu jawa khususnya Hindu di Jepara 1985- 2014

Kurun Waktu Tahun 1985 – 2015 adalah tahun dimana umat Hindu kabupaten Jepara mampu bertahan bahkan cenderung meningkat hal ini disebabkan oleh karena

  1. Perkawinan antar agama dari luar hindu masuk ke Hindu
  2. Pindah dr.agama lain ke Hindu (Kesadaran pribadi)
  3. Kelahiran dari pasangan Muda Hindu
  4. Banyaknya tenaga terdidik dari kalangan Muda Hindu,
  5. Perhatian dan pengakuan dari pemerintah baik pusat, daerah bahkan Desa Plajan sebagai bukti ada Kaur Kesra Hindu di struktur Organisasi Desa Plajan
  6. Adanya persaingan dalam arti positif antar Agama
  7. Adanya Guru Agama Hindu PNS yg diangkat oleh Dinas maupun Kementerian Agama
  8. Berdirinya Pasraman radite Widya sejak Tahun 1997 yang sekarang Kegiatan Belajar mengajarnya 4 hari/Minggunya.
  9. Meningkatnya pengetahuan Agama sebagai akibat dari rutinnya Pembinaan.

Dan kami sebagai pemuda dan pemudi Hindu juga turut bangga dan bersukur kepada Ida Sang Hyang Widhi yang telah mengkarmakan reinkarnasi kami di keluarga Hindu, sehingga apa yang kami jalani dan kami pelajari di Dunia ini bisa lebih terbuka dalam banyak hal terlebih dalam Hukum Karma, Tatwam asi, Reinkarnasi dan lainya yang tidak terdapat pada ajaran lain.

Tujuan membuat Web ini adalah untuk membangun Sinergi antar lembaga Hindu yang ada di Jepara, Hindu di jawa tengah dan serta merta umat Hindu di Indonesia serta menyampaikan informasi tentang aktivitas spiritual hindu di jepara dalam kerangka kredibilitas,akuntabilitas, eksistensi da menyebarluaskan informasi Ajaran Agama hindu yang benar.

Penulis         : Sumiat S.Ag

Penyunting : Danang W.